Umbul Sandhi YudhaYakin Kita Bisa

29/09/2026

QRIS Antarnegara Makin Luas: Apa Artinya bagi Usaha Lokal?

Seorang wisatawan masuk ke toko oleh-oleh, memilih beberapa barang, lalu bertanya apakah ia bisa membayar menggunakan aplikasi dari negaranya. Bagi pemilik toko, pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana. Jawabannya bergantung pada sesuatu yang lebih besar: apakah sistem pembayaran dari kedua negara sudah terhubung dan apakah aplikasi yang digunakan mendukung transaksi tersebut.

Perkembangan QRIS Antarnegara membuat situasi seperti ini semakin mungkin terjadi. Dalam rangkaian FEKDI x IFSE 2026 pada 26 September, Bank Indonesia kembali menyoroti hubungan antara kemudahan pembayaran wisatawan dan kesempatan bagi pelaku usaha lokal. Menurut Bank Indonesia, hingga Agustus 2026 koneksi QRIS Antarnegara telah mencakup enam negara mitra: Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Wisatawan dari negara mitra dapat menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung layanan tersebut pada merchant QRIS di Indonesia, sesuai koridor yang berlaku.

Peluangnya ada pada pengalaman berbelanja

Bagi warung, toko, restoran, atau penyedia jasa di kawasan wisata, kemudahan membayar dapat mengurangi satu hambatan saat melayani pengunjung asing. Pembeli tidak selalu perlu mencari uang tunai sebelum melakukan transaksi. Penjual pun dapat menawarkan cara pembayaran yang sudah akrab bagi sebagian wisatawan.

Namun, kemudahan menerima pembayaran tidak otomatis membuat sebuah usaha lebih dikenal. Wisatawan tetap perlu menemukan toko tersebut, memahami barang atau layanan yang ditawarkan, serta merasa yakin untuk berbelanja. Harga yang jelas, pelayanan yang mudah dipahami, dan informasi usaha yang dapat ditemukan secara digital tetap berperan penting.

Karena itu, kabar perluasan konektivitas pembayaran sebaiknya dilihat sebagai kesempatan untuk memeriksa seluruh pengalaman pelanggan. Sebuah usaha mungkin sudah memasang QRIS, tetapi daftar produknya belum jelas, informasi lokasinya sulit ditemukan, atau petugas belum tahu cara memastikan transaksi benar-benar berhasil. Pembayaran adalah tahap akhir dari perjalanan pelanggan yang dimulai jauh sebelumnya.

Pedagang perlu memahami alurnya

Ketika melayani pembayaran, penjual tetap perlu memeriksa nominal dan status transaksi melalui kanal merchant yang digunakan. Tampilan pada ponsel pembeli saja tidak cukup menjadi dasar untuk menyerahkan barang. Jika muncul transaksi yang tertunda atau gagal, petugas juga perlu tahu bagaimana menjelaskannya kepada pelanggan dan ke mana persoalan tersebut dilaporkan.

Usaha yang berada di lokasi wisata dapat mencoba alur itu bersama timnya sebelum menghadapi jam ramai. Siapa yang memasukkan nominal? Siapa yang memeriksa pembayaran? Bagaimana transaksi dicatat apabila pelanggan membeli beberapa jenis barang? Jawaban yang sederhana dan disepakati bersama membantu pelayanan berjalan lebih tenang.

Bagi pemilik usaha, ada pula pertanyaan setelah pelanggan pergi: apakah penjualan hari itu sudah sesuai dengan pembayaran yang diterima? Pembaca yang ingin memahami hubungan antara QRIS dan pencatatan usaha dapat melanjutkan ke artikel Warta USY, “QRIS untuk UMKM: Bukan Sekadar Pembayaran, tetapi Bagian dari Pencatatan Usaha”. Artikel tersebut membahas cara melihat pembayaran sebagai bagian dari transaksi bisnis yang lebih utuh.

Kesempatan bagi usaha yang siap melayani

Bank Indonesia juga memperkenalkan Indonesia Travel Pack dalam rangkaian acara tersebut, yang menghubungkan informasi perjalanan, pilihan pembayaran, dan konektivitas bagi wisatawan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa pengalaman berkunjung semakin terkait dengan layanan digital, meskipun manfaatnya bagi setiap usaha akan berbeda menurut lokasi dan pelanggan yang mereka layani. bi.go.id

Tidak semua usaha perlu mengubah cara kerjanya karena satu perkembangan baru. Bagi usaha yang sering menerima wisatawan, langkah yang lebih masuk akal adalah memastikan cara pembayaran yang tersedia benar-benar dipahami petugas, informasi usaha mudah ditemukan, dan setiap penjualan tetap tercatat dengan baik.

Dalam pandangan USY, teknologi pembayaran memberi manfaat ketika terhubung dengan pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Kode QR dapat membantu pelanggan menyelesaikan pembayaran. Pelayanan yang jelas dan pencatatan yang tertib membantu usaha mengubah transaksi tersebut menjadi pengalaman yang baik bagi pelanggan dan informasi yang berguna bagi pemiliknya.

KONSULTASI USY

Apakah usaha anda menghadapi kebutuhan yang serupa?

USY membantu perusahaan memahami kebutuhan usaha dan mengembangkan solusi yang relevan dengan proses operasional.

Konsultasikan Kebutuhan Anda