Umbul Sandhi YudhaYakin Kita Bisa

24/10/2026

QRIS Tap Makin Memperluas Pembayaran Nirsentuh, Apa yang Perlu Disiapkan Pelaku Usaha?

Perkembangan pembayaran digital di Indonesia terus menghadirkan cara baru dalam bertransaksi. Jika sebelumnya pelanggan perlu memindai kode QR untuk membayar, kini teknologi QRIS Tap memungkinkan pembayaran dilakukan dengan mendekatkan smartphone ke terminal yang mendukung Near Field Communication (NFC).

Inovasi ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kenyamanan transaksi, terutama pada lingkungan dengan jumlah pelanggan yang tinggi. Namun, kemudahan pembayaran nirsentuh juga menuntut kesiapan perangkat, sistem operasional, dan pemahaman terhadap keamanan transaksi.

QRIS Tap Mengubah Cara Pelanggan Membayar

QRIS Tap merupakan pengembangan sistem pembayaran QRIS yang memanfaatkan teknologi NFC. Berdasarkan penjelasan Bank Indonesia, pengguna dapat membuka aplikasi pembayaran yang mendukung fitur tersebut, memilih QRIS Tap, melakukan otorisasi, kemudian mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran.

Berbeda dengan QRIS konvensional yang umumnya memerlukan pemindaian kode, metode ini memungkinkan transaksi dilakukan tanpa memindai kode QR secara manual. Meskipun cara penggunaannya berbeda, QRIS Tap tetap menjadi bagian dari ekosistem standar pembayaran QRIS nasional.

Bank Indonesia meluncurkan QRIS Tap secara resmi pada 14 Maret 2025. Inovasi tersebut diarahkan untuk mendukung transaksi ritel dan layanan publik, termasuk transportasi, yang membutuhkan proses pembayaran praktis dan efisien.

Peluang Baru bagi Ritel dan UMKM

Perkembangan QRIS Tap berpotensi memberikan manfaat bagi berbagai jenis usaha. Pada restoran, misalnya, metode pembayaran nirsentuh dapat menjadi alternatif ketika pelanggan menyelesaikan transaksi di kasir. Pengelola parkir dan penyedia layanan transportasi juga dapat memanfaatkan teknologi serupa apabila perangkat serta sistem mereka telah mendukungnya.

Bagi UMKM, perkembangan ini menjadi alasan untuk mulai mengevaluasi sistem pembayaran yang digunakan. Pelaku usaha tidak harus langsung mengganti seluruh perangkat kasir. Langkah pertama adalah memeriksa kebutuhan transaksi, perangkat yang tersedia, dan layanan yang disediakan penyelenggara pembayaran.

Data yang disampaikan Bank Indonesia dan diberitakan Kontan pada Mei 2026 menunjukkan bahwa QRIS Tap telah menjangkau lebih dari 3,2 juta merchant ritel. Layanan ini juga telah digunakan pada berbagai layanan transportasi daerah. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa penerapannya tidak terbatas pada satu jenis layanan saja.

Meski demikian, jumlah merchant yang mendukung QRIS Tap tidak otomatis berarti seluruh pelanggan dapat menggunakannya pada setiap transaksi. Ketersediaan fitur tetap bergantung pada perangkat, aplikasi pembayaran, penyelenggara jasa pembayaran, dan terminal yang digunakan merchant.

Perangkat dan Sistem Kasir Perlu Dipersiapkan

Salah satu tantangan penerapan pembayaran nirsentuh adalah kesiapan infrastruktur. Pelaku usaha perlu memastikan bahwa terminal pembayaran atau perangkat kasir yang digunakan telah mendukung QRIS Tap.

Selain perangkat keras, integrasi dengan sistem pencatatan transaksi juga perlu diperhatikan. Pembayaran yang berhasil harus tercatat secara tepat agar laporan penjualan, rekonsiliasi, dan pengelolaan kas tidak menimbulkan selisih.

Usaha dengan volume transaksi tinggi sebaiknya menguji alur pembayaran terlebih dahulu sebelum menerapkannya secara luas. Pengujian dapat mencakup keberhasilan transaksi, kecepatan pelayanan, pencatatan pada sistem kasir, dan prosedur ketika pembayaran mengalami kendala.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi baru dapat diterapkan berdasarkan kebutuhan operasional, bukan sekadar mengikuti tren.

Keamanan Tetap Menjadi Prioritas

Kemudahan transaksi harus berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen. Pengguna perlu memastikan bahwa transaksi dilakukan melalui aplikasi resmi, memeriksa nominal pembayaran, serta mengikuti proses otorisasi yang diminta aplikasi.

Sementara itu, merchant perlu memastikan bahwa transaksi benar-benar berhasil sebelum menyerahkan barang atau menyelesaikan layanan. Bukti pembayaran dan catatan transaksi perlu diperiksa melalui sistem yang dapat dipercaya, bukan hanya berdasarkan tampilan layar pelanggan.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa penggunaan QRIS Tap memerlukan koneksi internet dan otorisasi pengguna. Karena itu, pelaku usaha juga perlu menyiapkan prosedur alternatif apabila jaringan terganggu atau sistem pembayaran tidak tersedia.

Bukan Sekadar Mengikuti Tren Digital

Perkembangan QRIS Tap menunjukkan bahwa inovasi pembayaran semakin berorientasi pada kecepatan, kenyamanan, dan integrasi layanan. Bagi pelaku usaha, peluang terbesar bukan hanya menyediakan metode pembayaran baru, tetapi memastikan seluruh proses transaksi berjalan konsisten dan mudah dikelola.

Langkah yang dapat dilakukan adalah mengevaluasi perangkat kasir, menghubungi penyedia jasa pembayaran, melatih karyawan, serta menguji pencatatan transaksi sebelum memperluas penerapannya.

Pada akhirnya, keberhasilan transformasi pembayaran digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Kesiapan infrastruktur, keamanan, dan kualitas pelayanan tetap menjadi faktor penting agar inovasi benar-benar memberikan manfaat bagi bisnis maupun pelanggan.

KONSULTASI USY

Apakah usaha anda menghadapi kebutuhan yang serupa?

USY membantu perusahaan memahami kebutuhan usaha dan mengembangkan solusi yang relevan dengan proses operasional.

Konsultasikan Kebutuhan Anda